Sabtu, 14 Mei 2011

Sebuah cerita dari Sahabat

Karena hujan yang tak kunjung henti, akhirnya saya memutuskan menerobos hujan karena hari yang sudah malam..
Dan sampai Tegalega, perutpun sudah tidak bisa diajak kompromi dan akhirnya saya memutuskan mampir diwarung nasi tenda dipinggir jalan..
Ketika sedang asik-asik menikmati pecel lele, masuklah seorang bapak dengan istri serta dua orang anaknya.
yang menariknya adalah kendaraan yang dibawa mereka, yaitu gerobak dorong
Lalu bapak ini memesen dua piring nasi dan ayam goreng untuk istri dan anak-anaknya
Pertamanya tidak ada yang menarik, tetapi ketika saya selesai makan, ada yang menarik hati saya..
Ternyata yang menikmati makanan itu hanya istri dan kedua anaknya..
Sedangkan sang bapak hanya melihat istri dan anaknya menikmati makanan tersebut..
Sesekali saya melihat anak ini tertawa senang sekali dan sangat menikmati ayam goreng yang dipesen oleh bapaknya..
Saya perhatikan wajah sang bapak, walau tampak kelelahan tapi senyum diwajahnya selalu terlihat..
lalu saya mendengar beliau berkata " makan yang puas nak, toh hari ini tanggal kelahiranmu" sayapun terharu mendengarnya.. Sang bapak dengan segala keterbatasannya sebagai pemulung memberi ayam goreng dari warung tenda dipinggir jalan untuk hadiah anaknya..
Hampir menangis rasanya saya diwrung itu.. Segera sebelum air mata ini tumpah, saya berdiri dan membayar makanan saya dan juga dengan pelan-pelan saya bilang sama penjaga warung "mas, tagihan bapak itu, saya yang bayar dan tolong tambahka ayam goreng dan tahu tempe" 
Lalu lekas saya pergi....
Kisah ini kutulis, untuk bahan perenungan.. bahwa Tuhan sudah memberikan yang terbaik untuk saya saat ini, kita biasa makan di Sushi-tei, KFC, Mc.D, Hoka-hoka bento, dll 
Tetapi bagi orang disekitar kita, pecel lele dipinggir jalan adlaah makanan yang mewah buat dia.. sungguh tak pantas bagi saya untuk mengeluh..
Semoga bermanfaat.. :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar